Kebudayaan di Indonesia

Senin, 05 Mei 2014

Menurut Soekmono dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada zaman praaksara yang datang pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang dating terakhir ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan budaya local berbagai suku bangsa di Indonesia.

Menurut James J. Fox, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah  itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia.

Menurut Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, saat ini terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula.


Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.

Kebudayaan Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.

Ø  Bahasa

Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar.
Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuranKulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar. SedangTimuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di antaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu.
Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.
Berbagai macam dialek yang terdapat di Jawa Tengah :
1.      dialek Pekalongan
2.      dialek Kedu
3.      dialek Bagelen
4.      dialek Semarangan (Kota Semarang)
5.      dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
6.      dialek Blora
7.      dialek Surakarta
8.      dialek Yogyakarta
9.      dialek Madiun
10.  dialek Banyumasan (Ngapak)
11.  dialek Tegal-Brebes

Ø  Agama

88%
7%
Kristen
2%
1%
0.5%
Lainnya
0.6%

Sebagian besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam dan mayoritas tetap mempertahankan tradisi Kejawen yang dikenal dengan istilah abangan.
Agama lain yang dianut adalah ProtestanKatolikHinduBuddhaKong Hu Cu, dan puluhan aliran kepercayaan. Penduduk Jawa Tengah dikenal dengan sikap tolerannya. Sebagai contoh di daerah MuntilanKabupaten Magelang banyak dijumpai penganut agama Katolik, dan dulunya daerah ini merupakan salah satu pusat pengembangan agama Katolik di Jawa. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan populasi Kristen terbesar di Indonesia , Lain daerah Suatu Desa di Sumpiuh, Banyumas 100 % Beragama Islam dan Banyumas adalah Populasi Islam terbesar di Indonesia.
Terdapat pula orang-orang keturunan Yahudi dan menganut agama Yahudi di Jawa Tengah yang jumlahnya sangat sedikit sekali. Mereka ada di wilayah Semarang, Cilacap, Solo, dan Brebes. Mereka umumnya adalah Yahudi keturunan Belanda pada zaman kolonial.
Ø  Parawisata



Jawa Tengah banyak terdapat obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah bangunan kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah), Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dan Museum Rekor Indonesia (MURI). Kota Jepara terdapat sejumlah bangunan kuno yaitu: Benteng PortugisBenteng VOCMuseum R.A Kartini.
Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu kawasan dengan Borobudur
Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Di kawasan Dieng terdapat kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno. Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung UngaranKabupaten Semarang. Di kawasan kecamatan Keling tepatnya di desa Tempur terdapat Candi Angin.
Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, dimana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Obyek wisata menarik di luar kota ini adalah Air Terjun Grojogan Sewu dan candi-candi peninggalan Majapahit di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiran yang terletak di jalur Solo-Purwodadi.
Bagian selatan Jawa Tengah juga menyimpan sejumlah obyek wisata alam menarik, di antaranya Goa Jatijajar dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas. Di bagian utara terdapat Obyek Wisata Guci di lereng Gunung SlametKabupaten Tegal serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan ‘’kota batik’’.
Kawasan pantura barat banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu. Demakadalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura barat terdapat 3 makam wali sanga, yakni Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus di kota Kudus, dan Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Kudus juga dikenal sebagai ‘kota kretek’, dan kota ini juga terdapat museum kretek.

Ø  Makanan khas Jawa Tengah


§  JeparaPindang SeraniSoto JeparaSop UdangTempongMadu MongsoAdon-Adon CoroKopi Dapur KuatSutet Es Gempol (Es Pleret), Horok-HorokRondo Royal (Tape goreng), Sate KikilKlenyem (ketela parut goreng isi gula merah), Turuk BintolKuluban (Urapnangka muda,kacang panjang dan daun mudanya, tauge/kecambah mentah, buah petai cina mentah),Pecel Ikan Laut PanggangTerasi Jepara, Tempong(blenyik), Durian PetrukJeruk JeparaKacang OvenKacang Jepara.
§  KudusSoto Ayam Kudus, sate KerbauLentog, dodol, Jenang Kudus.
§  Banjarnegaradawet ayu, buntil
§  Semarang: Lunpia/lumpiaSoto Ayam Semarang , sate sapi, bandeng prestonasi goreng babat, ayam goreng kraton tulang lunak, kue-kue pia, sate kambing bumbu kecap, martabak malabar, kue bandung, tahu petistahu gimbal, wingko babat
§  Boyolalimarning (jagung goreng), paru goreng, Brem cap suling gading, krupuk rambak
§  BloraSega Pecel, sate ayam blora, soto ayam blora, tahu campur
§  Brebestelor asin, sate kambing di Tanjung. Brebes hingga kini dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah
§  Demak: nasi garang asem, sambel blimbing wuluhkwaci (Demak pernah terkenal sebagai sentra penghasil semangka)
§  Klaten: ayam goreng kalasanbebek goreng, emping mlinjo
§  Pati: nasi gandul, sate ayam,
§  Pekalongannasi gandul, soto tauco (tauto), nasi megono
§  Purwokertotempe mendoangethuk gorengsoto sokaraja / sroto sokaraja, nopia
§  Cilacap: ikan bandeng, kerupuk tengiri, sale pisang, ikan asin / gesek
§  Purworejo: kue lompongclorot (semacam dodol yang dibungkus daun kelapa secara memilin), gebleg (baca ge- seperti e pada kata senang dan -bleg seperti e pada kata becek), kue satu, dawet hitam, lanthing
§  Purbalinggarujak kangkung, tahu gecotsoto kriyik, es duren, klanting
§  Salatigabakso urat, bakso babat, kripik paru, ting-ting gepuk
§  Sologudegsate kambing, thengklengsrabi solonasi liwettimlo solo, racikan salat, krupuk karak/gendar, bakso popular ukuran bola golf, tahu acar, sayur tumpang
§  Sragen: nasi garang asem, sate sragen, brambang asem
§  Sukoharjowelut goreng
§  Tegal: “teh poci” (teh yang diseduh dalam poci tanah liat kecil dan diminum dengan gula batu), sate tegal (sate kambing muda khas Tegal), sate bebek majir, pilus, krupuk antornasi bogana (nasi megono), Sauto (soto ayam/babat khas Tegal dengan bumbu tauco). Tegal hingga saat ini dikenal sebagai sentra penghasil teh.
§  Wonogiri: gaplek, tiwul, cabuk
§  Wonosobomie ongkloksagontempe kemul, geblek, wedang rondemanisan carica, keripik jamurdendeng gepuk
§  Ungaran: tahu bakso, sate kempleng, krupuk bakar

Ø  Batik


Seni budaya memiliki beragam bentuk seni yang terkenal di seluruh indonesi. Kesenian yang berasal dari jawa tengah ini bisa berbentuk batik dan wayang, dan hal lainnya yang menjadi ciri khas jawa tengah itu sendiri, kita beri contoh saja batik bisa berupa cetak atau batik cap yang tersohor di seluruh Indonesia
Ø  Keraton dan Wayang



Keraton surakarta hadiningrat atau lebih di kenal dengan keraton surakatra ini merupakan istana kasunanan surakarta. Seperti sebagaimana namanya, keraton surakatra ini menjadi tempat tinggal sunan dan menjadi rumah tangga nya,  keraton surakarta menjadi tempat wisata yang banyak di kunjungi oleh pengunjung yang berada di kota solo.
Dalam seni budaya jawa tengah di keraton ini, keraton surakarta juga memiliki banyak benda penyimpanan pusaka atau benda bersejarah seperti pemberian dari kerajaan eropa, benda – benda pusaka dan sebagainya di simpan di sebagian tempat yang ada di keraton yang di jadikan tempat museum di keraton tersebut
Bentuk seni budaya jawa tengah lainnya adalah wayang. Wayang merupakan kesenian yang khas dari kota jawa tengah ini. Ada 2 macam pertunjukan wayang yang sering di  gelar di keraton khususnya keraton surakarta yaitu wayang wong dan wayang kulit . pertunjukan wayang ini biasanya di adakan oleh keraton surakarta sebagai hiburan untuk rakyat.
Selain wayang, batik dan keraton, candi yang terdapat di jawa tengah pun menambah keragaman seni budaya jawa tengah yang patut kita lestarikan dan kita nikmati kebudayaan tersebut sebagai warisan budaya dari leluhur kita
Ø  Pertunjukan
Pertunjukan dan keanekaragaman dari kota solo seperti acara fashion show yang rutin dilakukan oleh masyarakat yang menunjukan apresiasi seni budaya jawa tengah dengan menghadirkan beberapa hasil karya dari batik dan makanan khas solo pun menambah ragam budaya yang ada di jawa tengah
Daerah yang masuk di daerah jawa tengah pun memberikan apresiasi terhadap seni budaya jawa tengah dengan kulinernya yang khas kuliner yang terkenal di jawa tengah ini bernama tahu petis, tahu ini jika kita lihat merupakan tahu yang di goreng kemudian di campur dengan lontong yang telah di iris dan di siram oleh kuah kacang yang tentunya sangat nikmat untuk di santap dan ada lagi makanan berupa telur, yaitu telur asin yang menjadi makanan andalan kota brebes yang sayang sekali untuk di lewatkan.

Ø  Acara Adat
Seperti hal nya ynag sudah kita ketahui bawa jawa tengah merupakan wilayah yang begitu banyak dan kaya akan budaya dan tradisinya, misalnya tradisi yang sering terjadi di jawa tengah yaitu di keraton surakarta yang sering menyebutnya dengan tradisi grebeg tradisi ini di lakukan 3 kali dalam satu tahun, tradisi ini dilakukan merupakan wujud syukur oleh raja surakarta dengan rakyatnya dengan membagikan sedekah.
Tradisi – tradisi yang merupakan peninggalan – peninggalan nenek moyang kita ini kerap di jadikan dan di lakukan sebagai tradisi yang rutin dan di adakan setiap tahunnya. Upacara yang bersentuhan dengan keagamaan pun sering di lakukan oleh pihak keraton surakarta ini sebagai tradisi yang mengaitkan antara tradisi kebudayaan dan keagamaan.
Sering sekali juga tradisi ini di adakan untuk rakyat sekitar seperti pemandian barang pusaka yang tersimpan di dalam keraton dan di arak hingga alun – alun kota di sertai dengan sunguhan – sunguhan yang berasal dari alam yang bisa menjadi rebutan masyarakat sekitar
Selain itu, seni budaya jawa tengah lainnya adalah ucapan syukur rakyat kepada alam yang di lakukan dengan menghanyutkan hasil dari alam sebagai rasa syukur telah memberikan keberkahan pada rakyatnya. Serta tradisi keagamaan yang terjadi di dalam candi borobudur sebagi candi peninggalan dinasti syailendra sebagai tempat upacara keagamaan umat budha.
 Sumber :
http://rezaafirmansyah.wordpress.com
- http://id.wikipedia.org/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS