Menurut
Soekmono dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada
zaman praaksara yang datang pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras
Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan ras
Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang dating terakhir ke
Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman
Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan
sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ras Melanesia Mongoloid
berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di
Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku
bangsa di Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan
budaya local berbagai suku bangsa di Indonesia.
Menurut James J. Fox, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia.
Menurut
Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, saat ini
terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda dan memiliki karakteristik
budaya lokal yang berbeda pula.
Kemajemukan
budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat
dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak,
Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa
yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai
dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan
penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang
berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa
Gayo-Alas di daerah pegunungan dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di
pesisir pantai Aceh.
Kebudayaan
Jawa Tengah
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian
tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan
Provinsi Jawa Barat di
sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa
Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.
Ø
Bahasa
Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi,
umumnya sebagian besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.
Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa
Jawa Standar.
Di samping itu
terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa namun secara umum terdiri dari dua,
yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah,
terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal dialek ini memiliki pengucapan
yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar.
SedangTimuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di
antaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Di antara perbatasan kedua
dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek daerah
tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu.
Di wilayah-wilayah
berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap utara
sekitar kecamatan Dayeuhluhur,
orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.
Berbagai macam dialek
yang terdapat di Jawa Tengah :
1.
dialek Pekalongan
2.
dialek Kedu
3.
dialek Bagelen
4.
dialek Semarangan (Kota Semarang)
5.
dialek Pantai Utara
Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
6.
dialek Blora
7.
dialek Surakarta
8.
dialek Yogyakarta
9.
dialek Madiun
10. dialek Banyumasan (Ngapak)
11. dialek Tegal-Brebes
Ø
Agama
|
88%
|
||
|
7%
|
||
|
Kristen
|
2%
|
|
|
1%
|
||
|
0.5%
|
||
|
Lainnya
|
0.6%
|
Sebagian besar
penduduk Jawa Tengah beragama Islam dan mayoritas
tetap mempertahankan tradisi Kejawen yang dikenal
dengan istilah abangan.
Agama lain yang dianut
adalah Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan puluhan aliran
kepercayaan. Penduduk Jawa Tengah dikenal dengan sikap tolerannya. Sebagai
contoh di daerah Muntilan, Kabupaten Magelang banyak
dijumpai penganut agama Katolik, dan dulunya daerah ini merupakan salah satu
pusat pengembangan agama Katolik di Jawa. Provinsi Jawa Tengah merupakan
provinsi dengan populasi Kristen terbesar di Indonesia , Lain daerah Suatu Desa
di Sumpiuh, Banyumas 100 %
Beragama Islam dan Banyumas adalah
Populasi Islam terbesar di Indonesia.
Terdapat pula
orang-orang keturunan Yahudi dan menganut agama Yahudi di Jawa Tengah yang
jumlahnya sangat sedikit sekali. Mereka ada di wilayah Semarang, Cilacap, Solo,
dan Brebes. Mereka umumnya adalah Yahudi keturunan Belanda pada zaman kolonial.
Ø
Parawisata
Bengawan Solo di Kota Cepu, Kabupaten Blora
Jawa Tengah banyak
terdapat obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah
bangunan kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa
Tengah), Museum
Jawa Tengah Ranggawarsita dan Museum Rekor
Indonesia (MURI). Kota Jepara terdapat sejumlah bangunan kuno yaitu: Benteng
Portugis, Benteng VOC, Museum R.A Kartini.
Salah satu kebanggaan
provinsi ini adalah Candi Borobudur,
yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun
pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu
kawasan dengan Borobudur
Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar
di Indonesia. Di kawasan Dieng terdapat
kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram
Kuno. Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Di
kawasan kecamatan Keling tepatnya
di desa Tempur terdapat Candi Angin.
Surakarta dipandang sebagai salah
satu pusat kebudayaan Jawa, dimana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Obyek wisata menarik di
luar kota ini adalah Air Terjun
Grojogan Sewu dan candi-candi peninggalan Majapahit di Kabupaten
Karanganyar; serta Museum Fosil
Sangiran yang terletak di jalur Solo-Purwodadi.
Bagian selatan Jawa
Tengah juga menyimpan sejumlah obyek wisata alam menarik, di antaranya Goa Jatijajar dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas.
Di bagian utara terdapat Obyek Wisata Guci di
lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan
julukan ‘’kota batik’’.
Kawasan pantura barat
banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad
ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan
Hindu. Demakadalah
kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura barat terdapat 3
makam wali sanga, yakni Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus di kota Kudus, dan Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Kudus juga dikenal
sebagai ‘kota kretek’, dan kota ini juga terdapat museum kretek.
Ø
Makanan
khas Jawa Tengah
§
Jepara: Pindang Serani, Soto Jepara, Sop Udang, Tempong, Madu Mongso, Adon-Adon Coro, Kopi
Dapur Kuat, Sutet Es Gempol
(Es Pleret), Horok-Horok, Rondo
Royal (Tape goreng), Sate Kikil, Klenyem (ketela parut goreng isi gula merah), Turuk Bintol, Kuluban (Urap: nangka muda,kacang panjang dan daun mudanya, tauge/kecambah
mentah, buah petai cina mentah),Pecel Ikan Laut
Panggang, Terasi Jepara, Tempong(blenyik), Durian Petruk, Jeruk Jepara, Kacang Oven, Kacang Jepara.
§
Banjarnegara: dawet ayu, buntil
§
Semarang: Lunpia/lumpia, Soto Ayam Semarang , sate sapi, bandeng presto, nasi goreng babat, ayam goreng kraton tulang lunak,
kue-kue pia, sate kambing bumbu kecap, martabak malabar, kue bandung, tahu petis, tahu gimbal, wingko babat
§
Boyolali: marning (jagung goreng), paru goreng, Brem cap
suling gading, krupuk
rambak
§
Blora: Sega
Pecel, sate ayam blora, soto ayam blora, tahu campur
§
Brebes: telor asin, sate kambing di Tanjung. Brebes hingga kini dikenal sebagai
sentra penghasil bawang merah
§
Demak: nasi garang asem, sambel blimbing
wuluh, kwaci (Demak pernah
terkenal sebagai sentra penghasil semangka)
§
Klaten: ayam goreng kalasan, bebek goreng, emping mlinjo
§
Pati:
nasi gandul, sate ayam,
§
Pekalongan: nasi gandul, soto tauco (tauto), nasi
megono
§
Purwokerto: tempe mendoan, gethuk goreng, soto sokaraja / sroto sokaraja, nopia
§
Cilacap: ikan bandeng, kerupuk tengiri,
sale pisang, ikan asin / gesek
§
Purworejo: kue lompong, clorot (semacam
dodol yang dibungkus daun kelapa secara memilin), gebleg (baca
ge- seperti e pada kata senang dan -bleg seperti e pada kata becek), kue satu,
dawet hitam, lanthing
§
Purbalingga: rujak kangkung, tahu
gecot, soto
kriyik, es duren, klanting
§
Rembang: bandeng
duri lunak (di Juwana), sirup
kawis-ta
§
Solo: gudeg, sate kambing, thengkleng, srabi solo, nasi liwet, timlo solo, racikan salat, krupuk karak/gendar, bakso popular ukuran bola golf,
tahu acar, sayur
tumpang
§
Sragen: nasi garang asem, sate
sragen, brambang
asem
§
Tegal: “teh poci” (teh yang diseduh dalam poci tanah liat kecil dan diminum dengan gula batu), sate tegal (sate kambing muda khas
Tegal), sate bebek majir, pilus, krupuk
antor, nasi bogana (nasi
megono), Sauto (soto
ayam/babat khas Tegal dengan bumbu tauco). Tegal hingga saat ini dikenal
sebagai sentra penghasil teh.
§
Wonosobo: mie
ongklok, sagon, tempe kemul, geblek, wedang
ronde, manisan carica,
keripik jamur, dendeng gepuk
§
Ungaran: tahu bakso, sate
kempleng, krupuk bakar
Ø
Batik
Seni budaya memiliki
beragam bentuk seni yang terkenal di seluruh indonesi. Kesenian yang berasal
dari jawa tengah ini bisa berbentuk batik dan wayang, dan hal lainnya yang
menjadi ciri khas jawa tengah itu sendiri, kita beri contoh saja batik bisa
berupa cetak atau batik cap yang tersohor di seluruh Indonesia
Ø
Keraton
dan Wayang
Keraton surakarta hadiningrat atau lebih di kenal dengan
keraton surakatra ini merupakan istana kasunanan surakarta. Seperti sebagaimana
namanya, keraton surakatra ini menjadi tempat tinggal sunan dan menjadi rumah
tangga nya, keraton surakarta menjadi tempat wisata yang banyak di
kunjungi oleh pengunjung yang berada di kota solo.
Dalam seni budaya jawa
tengah di keraton ini, keraton surakarta juga memiliki banyak benda penyimpanan
pusaka atau benda bersejarah seperti pemberian dari kerajaan eropa, benda –
benda pusaka dan sebagainya di simpan di sebagian tempat yang ada di keraton
yang di jadikan tempat museum di keraton tersebut
Bentuk seni budaya
jawa tengah lainnya adalah wayang. Wayang merupakan kesenian yang khas dari
kota jawa tengah ini. Ada 2 macam pertunjukan wayang yang sering di gelar
di keraton khususnya keraton surakarta yaitu wayang wong dan wayang kulit .
pertunjukan wayang ini biasanya di adakan oleh keraton surakarta sebagai
hiburan untuk rakyat.
Selain wayang, batik
dan keraton, candi yang terdapat di jawa tengah pun menambah keragaman seni
budaya jawa tengah yang patut kita lestarikan dan kita nikmati kebudayaan
tersebut sebagai warisan budaya dari leluhur kita
Ø
Pertunjukan
Pertunjukan dan
keanekaragaman dari kota solo seperti acara fashion show yang rutin dilakukan
oleh masyarakat yang menunjukan apresiasi seni budaya jawa tengah dengan
menghadirkan beberapa hasil karya dari batik dan makanan khas solo pun menambah
ragam budaya yang ada di jawa tengah
Daerah yang masuk di
daerah jawa tengah pun memberikan apresiasi terhadap seni budaya jawa tengah
dengan kulinernya yang khas kuliner yang terkenal di jawa tengah ini
bernama tahu petis, tahu ini jika kita lihat merupakan tahu
yang di goreng kemudian di campur dengan lontong yang telah di iris dan di
siram oleh kuah kacang yang tentunya sangat nikmat untuk di santap dan ada lagi
makanan berupa telur, yaitu telur asin yang
menjadi makanan andalan kota brebes yang sayang sekali untuk di lewatkan.
Ø
Acara
Adat
Seperti hal nya ynag
sudah kita ketahui bawa jawa tengah merupakan wilayah yang begitu banyak dan
kaya akan budaya dan tradisinya, misalnya tradisi yang sering terjadi di jawa
tengah yaitu di keraton surakarta yang sering menyebutnya dengan tradisi grebeg
tradisi ini di lakukan 3 kali dalam satu tahun, tradisi ini dilakukan merupakan
wujud syukur oleh raja surakarta dengan rakyatnya dengan membagikan sedekah.
Tradisi – tradisi yang
merupakan peninggalan – peninggalan nenek moyang kita ini kerap di jadikan dan
di lakukan sebagai tradisi yang rutin dan di adakan setiap tahunnya. Upacara
yang bersentuhan dengan keagamaan pun sering di lakukan oleh pihak keraton
surakarta ini sebagai tradisi yang mengaitkan antara tradisi kebudayaan dan
keagamaan.
Sering sekali juga
tradisi ini di adakan untuk rakyat sekitar seperti pemandian barang pusaka yang
tersimpan di dalam keraton dan di arak hingga alun – alun kota di sertai dengan
sunguhan – sunguhan yang berasal dari alam yang bisa menjadi rebutan masyarakat
sekitar
Selain itu, seni
budaya jawa tengah lainnya adalah ucapan syukur rakyat kepada alam yang di
lakukan dengan menghanyutkan hasil dari alam sebagai rasa syukur telah
memberikan keberkahan pada rakyatnya. Serta tradisi keagamaan yang terjadi di
dalam candi borobudur sebagi candi peninggalan dinasti syailendra sebagai
tempat upacara keagamaan umat budha.
- http://id.wikipedia.org/






Tidak ada komentar:
Posting Komentar