Pengertian Website
Website atau situs adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi data
teks, data animasi, suara, dan video atau gabungan dari semuanya, baik yang
bersifat statis maupun dinamis. Yang membentuk satu rangkaian yang saling
terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan - jaringan halaman
(hyperlink).
Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan
isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Contoh website statis
adalah berisi profil perusahaan. Bersifat dinamis apabila isi informasi website
selalu berubah - ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari
pemilik serta pengguna website. Contoh website dinamis adalah seperti Facebook,
twitter, dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh
pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun
pemilik.
Web Security adalah tata aturan atau cara mengamankan aplikasi web yg
dikelola, biasanya yg bertanggung jawab melakukannya adalah pengelola aplikasi
web tersebut.
Terdapat 3 prinsip utama mengenai masalah keamanan web yaitu
Confidentiality, Integrity, dan Availability atau lebih dikenal dengan nama
CIA. Sama halnya ketika bergelut dengan keamanan (security) sebuah website,
prinsip CIA sudah selayaknya dijadikan pedoman yang harus dipahami apabila
ingin website kita lebih aman dan sulit untuk diserang.
- Confidentiality
Confidentiality memiliki makna bahwa data atau informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa tahun belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk dapat memiliki lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress engine. Idealisme Web 2.0 yang dapat mengajak siapa pun menjadi kontributor artikel-artikel di dalam sebuah website, membuat siapa pun dapat mengakses halaman administrator untuk memberikan kontribusinya baik dalam bentuk artikel maupun manajemen. Hal ini sangat berbahaya mengingat pada halaman administrator kita dapat mengedit file-file yang menjadi tema dari website yang bersangkutan.
- Confidentiality
Confidentiality memiliki makna bahwa data atau informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa tahun belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk dapat memiliki lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress engine. Idealisme Web 2.0 yang dapat mengajak siapa pun menjadi kontributor artikel-artikel di dalam sebuah website, membuat siapa pun dapat mengakses halaman administrator untuk memberikan kontribusinya baik dalam bentuk artikel maupun manajemen. Hal ini sangat berbahaya mengingat pada halaman administrator kita dapat mengedit file-file yang menjadi tema dari website yang bersangkutan.
Dalam kasus WordPress, untuk mengantisipasi tangan-tangan jahil orang yang
tak dikenal, developer WordPress sendiri telah mengantisipasi hal ini dengan
cara membuat role-role dari setiap user yang dimiliki. Sebagai contoh, Role
selain administrator tidak dapat mengubah tema atau plugin website yang
bersangkutan. Sehingga tidak mungkin pengubahan tema dilakukan oleh user selain
administrator. Dengan pembagian Role seperti ini data ataupun informasi seperti
list user-user hanya akan dapat dilihat oleh sang administrator sedangkan
profile user dapat di akses oleh masing-masing user. Dengan demikian tingkat
keamanan dapat dikatakan semakin tinggi.
- Integrity
Integrity memiliki pengertian data-data yang berada didalam server atau website
hanya dapat diubah ataupun di delete oleh orang yang memiliki kewenangan untuk
melakukan hal itu.
Sebagai contoh proses transfer dari server ke client atau sebaliknya (dapat
berupa upload maupun download), ternyata mengubah file yang sedang di transfer
tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sebuah aplikasi website yang sedang
digunakan tidak aman (insecure).
Sama halnya jika ada serangan sebuah virus yang dapat mengubah sebuah file,
entah itu mengubah nama ataupun isinya. Terkadang user dengan role yang lebih
rendah dari administrator dapat dengan cara tertentu (termasuk didalamnya
karena ketidaksengajaan) melakukan hal ini sekalipun ia tidak dapat mengakses
data yang sedang diubah ataupun dihancurkan itu.
Tindakan ini terkadang adalah tindakan yang memang tidak di sengaja oleh
user tersebut. Di akibatkan karena adanya error dalam aplikasi web yang sedang
digunakan. Untuk membuat website menjadi lebih aman, hal ini harus dihindari.
Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan salah satu proses yang wajib ada
dalam sebuah proses software engineering yaitu proses testing. Proses testing
ini dibagi menjadi dua yaitu, Black box testing dan White box testing.
Secara sederhana black box testing adalah mengetes aplikasi yang
diperuntukkan oleh user yang memang mengakses website. Sedangkan untuk whitebox
testing mengkhususkan diri kepada testing fungsi-fungsi yang telah ditulis
dalam bahasa pemrograman tertentu (PHP, Perl, ASP, Javascript, dan lain
sebagainya).
- Availability
Jika confidentiality bermakna hanya user yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan didalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website harus dapat diakses jika user ingin meggunakannya. Availability hanya menekankan kepada dapat diaksesnya sebuah website. Mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip confidentiality. Jika sebuah website dapat diakses tanpa adanya error, itu berarti website tersebut telah memenuhi prinsip availability ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website haruslah dapat diakses apabila memang dibutuhkan, dengan kata lain, website harus selalu.
- Availability
Jika confidentiality bermakna hanya user yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan didalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website harus dapat diakses jika user ingin meggunakannya. Availability hanya menekankan kepada dapat diaksesnya sebuah website. Mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip confidentiality. Jika sebuah website dapat diakses tanpa adanya error, itu berarti website tersebut telah memenuhi prinsip availability ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website haruslah dapat diakses apabila memang dibutuhkan, dengan kata lain, website harus selalu.
Penjagaan keamanan termasuk hal yang penting dilakukan dalam web
maintenance.Menjadi penting, jangan sampai kejadian dulu dan menyesal
karena kehilangan banyak hal, baru sadar akan pentingnya hal itu. Beberapa hal
dasar yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan, serta untuk berjaga-jaga kalau kemungkinan terburuk menyerang,
adalah sebagai berikut:
a. Backup rutin! Ini yang paling wajib untuk dilakukan. Backup
file-file dan database-nya secara berkala, sesuai dengan
frekuensi pembaruan (update) isi website. Kalau websitenya
diperbarui setiap hari, backup-lah setiap hari, begitu seterusnya.
Backup ini penting, untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.
Kalau website kita diserang dan hancur-hancuran, kita masih
bisa mengembalikan website-nya dari backup ini.
Kita bisa melakukan backup secara manual lewat server, namun
beberapa Content Management System (CMS) punya plugin untuk
melakukan backup secara otomatis.
b. Update CMS dan addon/plugin yang digunakan
(apabila menggunakan CMS). CMS
seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan beberapa yang lainnya,
memiliki komunitas yang secara berkala melakukan update versi
sistemnya, untuk menambah fitur atau menambal lubang-lubang keamanan yang
ditemukan. Dedemit maya biasanya sudah mengetahui kelemahan dari versi lama
sebuah sistem. Pastikan website kita selalu diperbarui versi
CMSnya.
CMS juga memiliki addon/plugin yang dapat memperbanyak
fungsi dari CMS tersebut. Kalau website kita juga
menggunakan addon/plugin, pastikan versinya juga terus diperbarui,
dengan alasan sama seperti sebelumnya. Biasanya website-website yang di-deface lewat
salah satu plugin yang digunakan.
c. Gunakan password yang kuat dan tidak pasaran. Yang paling kuat,
sebaiknya gunakan password lebih dari 8 karakter, dan
merupakan perpaduan dari huruf, angka, dan karakter (seperti ! @ # . , dsb).
Hal ini untuk mencegah password kita dibongkar dengan praktek
bruteforce (membongkar password dengan mencoba semua kemungkinan).
Sama seperti saran password untuk semua hal, jangan
gunakan password yang gampang ditebak seperti tanggal lahir,
nomer telepon, nomor rumah, dsb. Kalau tetep mau pake itu, pastikan
dikombinasikan juga dengan huruf, angka, dan karakter.
d. Cek Akses Server Website. Apabila kita punya akses pada server website kita, cek
apakah software-software yang digunakan di server seperti
sistem operasi, web server, PHP, MySQL, mail server,
versi cPanel, dsb, selalu yang paling baru. Kalau tidak punya akses
ke server, silakan tanya ke penyedia web hostingnya untuk
mengetahuinya. Seperti poin poin b, penjahat Internet biasanya sudah mengetahui
kelemahan-kelemahan software versi lama.
e. Cek dan cegah adanya malware atau program jahat
bercokol di website kita. Google punya alat untuk mendeteksi
itu. Namanya Google Webmaster Tools (walaupun fungsinya tidak cuma untuk
keamanan). Lihat menu Labs > Malware details untuk mengetahui apakah
ada malware yang ditemukan oleh Google di website kita.
f. Masing-masing CMS (WordPress, Joomla, Drupal, dsb) memiliki tips-tips
spesifik untuk meningkatkan keamanan. Coba googling dengan kata kunci
“WordPress/Joomla/Drupal/dsb security tips” atau sejenisnya untuk tahu detail
cara mengamankannya. Yang saya temukan untuk: WordPress dan Joomla.
g. Sebisa mungkin, jangan login ke website kita dari koneksi yang tidak
aman atau komputer umum. Misalnya hotspot gratisan di
kafe-kafe atau di warnet. Informasi login kita bisa “diintip” atau dibaca orang
lain dari jaringan. Kalau make komputer umum, bisa jadi ada program keylogger yang
mencatat informasi yang kita masukan. Terutama untuk website-website penting,
biasakan untuk mengakses administrasi website atau server kita
dari komputer kantor atau laptop sendiri.
Hal-hal di atas adalah hal-hal dasar dan minimal yang bisa dilakukan untuk
mengamankanwebsite. Masih ada beberapa hal lain yang lebih teknis dan
detail untuk jauh lebih memperkuat keamanan website Anda.
Semakin besar website Anda, semakin besar pula seharusnya
upaya-upaya penjagaan keamanannya.
Semua hal yang kita lakukan untuk mengamankan website kita
memang tidak bisa menjamin 100% website kita aman. Setidaknya,
hal-hal dasar ini akan mempersulit langkah-langkah penjahat dunia maya untuk
merusak website kita.
Sumber :
https://djavanese.wordpress.com
http://erwinariefn.blogspot.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar